Zay's Site No Music, No Life...

ReviewReviewReviewReviewReviewWaldjinah - Ratu Jawa (1994)Mar 3, '08 9:10 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Other
Artist:Waldjinah
Image Hosted by ImageShack.us


Album ini merupakan album pertama atas kerjasamaku dengan sang producer: Tanaka Katsunori. Album ini telah meninggalkan satu memory tak terlupakan... Dalam hal penjualan... terus terang, gagal total!!!... Dalam era Jepang dilanda badai lagu2 bernuansa euro beat ala Komuro Tetsuya... perilisan world music semacam ini, dianggap suatu tindakan bodoh dan fatal. Tapi kita tetap menjalaninya dengan penuh semangat dan percaya diri. Hasil penjualan bukanlah merupakan barometer untuk pengukuran kwalitas. Setidak-tidaknya, aku bangga telah ikut berpartipasi dalam suatu gerakan pelestarian lagu2 tradisional Indonesia. Dan aku yakin bahwa album ini se-tidak2nya telah tercatat pada sejarah musik Indonesia. (meskipun banyak yang tidak tahu)

Komposisi album ini, ada 10 lagu, diantaranya 2 lagu original, 2 lagu Jepang coversion dan 6 lagu tradisional. Terperinci sebagai berikut:

01. Walang Kekek
Lagu ini pernah menjadi big hit dari mbak Waldjinah yang dirilis pada tahun 1968. Untuk track ini dibantu dengan backvocal Group Okinawa terkenal: Nenes! Perpaduan irama Jawa dengan Okinawa, ternyata berhasil membuat satu chemistry indah...! Bener! musik tanpa ada perbatasan... Mbak Waldjinah dan Nenes telah membuktikannya! Accodionist terkemuka dari Malaysia S Atan membuat arasemen lagu pada track ini lebih tebal dan berbobot. Arasemen oleh Sawara Kazuya.


Image Hosted by ImageShack.us


02. Kembang Kacang Medley
Seperti apa yang diketahui, tembang "Kembang Kacang" adalah merupakan debut song mbak Waldjinah... juga tembang yang menuntun mbak Waldjinah berhasil dinobatkan sebagai Ratu Kembang Kacang ini memulai menitih sebagai pembawa lagu. Lagu debut mbak Waldjinah pada track ini sengaja ditaruh pada bagian akhir, dan tembang "Turi Turi Putih" dipakai sebagai opening song... Disini, penyanyi beken Jepang Sandii ikut mengiringi suara Waldjinah! Ya....lagi lagi suatu chemistry indah tercipta pada track ini!

03. Yen Ing Tawang (Ono Lintang)
Langgam Jawa kuno, Yen Ing Tawang (Ono Lintang), merupakan lagu favoriteku sepanjang masa....Basic arasemennya dibuat oleh OTO dengan mengoverlap irama keroncong, juga sekaligus menyisipkan unsur2 instrumen Sunda (Gendang) didalamnya. Tapi Waldjinah tetap tegar tak terpengaruh sama sekali, seperti biasanya tetap kukuh dengan ciri gaya ke-JAWA-annya selama ini... Hebat sampeyan mbakyu!

Image Hosted by ImageShack.us


04. Campur Sari Medley
"Campur Sari" adalah julukan buat kombinasi lagu2 bergenre "Keroncong" + "Gamelan"....... banyak part (bagian) yang dikombinasi dan disambung menjadi satu track....pada bagian awal... tembang tradisi "Ayo Praon", "Pangkur" dan disusul dengan part salendro..."Gethuk" dan "Sampak"! Lagu "Gethuk" ciptaan Mas Manthos ditrack ini berhasil menghidupkan nuansa asri Campur Sari.
Mas Manthos sebagai conductor Gamelan Group dari Jogyakarta, mengarasemen track ini dengan cara baru, yaitu: synthesizer dan sampler, bukan dengan perekaman gamelan live!

05. Kencono Wungu
Lagi lagu original ciptaan Manthos...menurut mas Manthos, lagu ini menceritakan tentang putri suatu kerajaan dizaman dahulu.... Pada track ini sengaja didubbing satu instrument "sital"... terasa beda banged dengan lagu2 keroncong yang ada selama ini.

Image Hosted by ImageShack.us


06. Shina No Yoru
Terus terang, lagu ini paling banyak masalah yang harus kita hadapi...
Pertama, dari sisi initernpun banyak yang tidak setuju dengan dinominasikan lagu ini, karena judulnya yang berbau sara (Shina = Cina). Kedua, alotnya dalam pengambilan licensi yang dimiliki oleh Columbia Jepang yang tidak didaftarkan pada JASRAC (Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers).
Ya akhirnya masalahnya berhasil diatasi satu persatu... meskipun mengorbankan energy dan waktu yang lumayan besar.
Sebutan Cina sampai sekarang bagaimanapun juga masih menekan dihati (dengan latar belakang sejarah Indonesia )... karena bagaimanapun perasaan trauma masih tetap menghantui... mbak Waldjinah dari awal justru sangat suka dan sudah familier, bersikeras untuk menominasikan lagu ini...."Aku nyanyi dengan perasaan kagum atas keindahan malam Tiongkok kok....." kata mbak Waldjinah lucu.
OK...akhirnya semua berjalan....tapi apa mau dikata saat dirilis di Indonesia, lagu ini justru dihujat oleh pemerintah Orba....dengan alasan "ngga selayaknya untuk memuji keindahan negara orang lain"
Ooooohhh.....emang lagu serba banyak masalah!
Tapi tembang ini benar2 luar biasa, dengan basic arasemen yg dibuat oleh Sawara Kazuya dioverdub dengan horn & percussion dari grup band terkenal 19-21 Universal Band plus rhythm nya dibuat ala habanera dikombinasi dengan detakan Brazil! Bener-bener OK banged!

Image Hosted by ImageShack.us


07. Kumanthil Neng Ati (Hana)
Mungkin ini adalah lagu Jepang yang paling terkenal diera 90's, judul originalnya: "Hana", ciptaan Kina Shokichi. Tembang ini berkat didaur-ulang oleh penyanyi Taiwan kelahiran Hongkong; Emil Chou dirilis dengan judul "Hua Xhin" meledaklah dimana-mana....sampai keseluruh penjuru dunia!
Arasemenya dibuat pop keroncong. Accodionist S Atan dan pianist Marc Chu, keduanya dari Malaysia, ikut meramaikan tembang ini. Mbak Waldjinah bernyanyi dalam 2 bahasa, Jawa dan Jepang!

08. Sih Katresnan
Lagu original hasil karya mas Is Hariyanto. Menurut mas Hariyanto memang tembang ini dibuat dan dipaskan dengan imaj mbak Waldjinah!. Awalnya hanya diarasemen dengan pop keroncong tapi ternyata hasilnya kurang terlihat kelebihannya, maka sang producer Tanaka Katsunori menambahkan bunyi petikan guitar Sasako-san dan bandolim & cavaquinho (instrument brazil) Akioka-san sehingga menjadikan tembang ini lebih fresh dan bervariasi.

Image Hosted by ImageShack.us


09. Tanjung Perak
Dulu waktu kecil, aku sering ke Tanjung Perak. Perjalanan dari Jember menuju Surabaya selama 4 jam memang cukup menjemukan, apalagi bagi anak kecil...tapi teringat akan melihat laut di Tanjung Perak dengan sederetan kapal2nya... maka semua jadi happy happy azja. Imaj Tanjung Perak yang aku peluk selama ini ternyata persis tertuai dalam tembang ini! Benar-benar fantastique!
Tembang ini termasuk salah satu tembang yang mengalir sejak zaman Belanda doeloe. Aslinya lagu ini adalah bergenre keroncong, tapi dengan sang producer diganti total dengan detakan march, persis seperti menyambut carnaval dibulan Agustus...! Alhasil....tembang ini menjadi begitu jenakanya, sahut2an mbak Waldjinah dengan mas Anthok meninggalkan suatu kenangan khusus.
Seperti track 6: Shina No Yoru... background musiknya juga di overdub dari gebukan 19-21 Universal Band!
siiip banged

10. Othok Othok Unine Tetek
Sebagai penutup album, diambil tembang ini, yang konon juga berasal dari zaman Belanda doeloe! Tambang ini juga dikenal dengan judul dalam bahasa Indonesia "Kelap Kelip"... Lyric bahasa Jawa, adalah ciptaan bapak Gesang. Khusus tembang ini diarasemen dengan "Keroncong Standart"... dan pada sesi intro-nya, sengaja meminjam satu bagian melody dari lagu yang pernah nglejit ditahun 50-an, "Aiga". Menurut catatan yang ada, tambang "Aiga" ini aslinya adalah lagu India.

Album ini pernah dirilis di Indonesia dengan format cassette oleh GNP (Gema Nada Pertiwi) dengan jumlah track yang sama, tapi berbeda 1 tembang!

Thanks buat Tanaka-san dan semua orang yang berkaitan dengan pembuatan album ini....
Thanks juga buat sobat MPers...
Semoga album ini nantinya juga diberi kesempatan untuk singgah dihati sobat semua... Amien....

Zay


17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
erwin80s wrote on Mar 3
ReviewReviewReviewReview
Thanx for the CD!

Akhirnya yang gue jual ke temen gue bekas punya gue, gue plastikin lagi. Abis CD ini yang gue beli dari Duta Suara gak ada obi nya. Jadi yang jadi Zay buat gua aja...ha..ha...ha...
sokaradio1009 wrote on Mar 4
Thanx for the CD!

Akhirnya yang gue jual ke temen gue bekas punya gue, gue plastikin lagi. Abis CD ini yang gue beli dari Duta Suara gak ada obi nya. Jadi yang jadi Zay buat gua aja...ha..ha...ha...
Dasar Erwin udah kayaq Nihon-jin... harus pake obi-2 an....
itsjustmebro wrote on Mar 4
waahhh makasih info dan reviewnya.. baru tahu kalo Sandii ikut nyanyi "turi turi putiihhhh....." cengkok jawanya sudah kena.. meski pengucapannya terasa aneh....
Kapan yaa .. ada album macam begini lagi...
sokaradio1009 wrote on Mar 4, edited on Mar 4
Hmmm... Peaknya udah lewat... Sandii pun sekarang udah nyeberang ke genre Hawaiian music... tempat dia lahir dan dibesarkan.... Tapi album Sandii sebelumnya juga banyak dangdut + Malayu sound!
erwin80s wrote on Mar 4
Kayanya tahap berikutnya mesti beli beberapa album Sandii yang sebelum pindah ke Hawaiian music :P
sokaradio1009 wrote on Mar 4
You are right! Banyak juga Win... album2 Sandii yang bernuansakan Asia terutama Indonesia & Melayu
erwin80s wrote on Mar 4
IYa, kaya lagu Ikan Kekek dan Kopi Dangdut, kan pernah di cover ama Sandii
sokaradio1009 wrote on Mar 4
Masih banyak kok Win.... ada ... Lenggang Kangkung... Sukiyaki (Dangdut Version), Hidup Untuk Cinta, Begadang, Karena Pengalaman, Cinta Hampa, Keagungan Tuhan, Kopi Dangdut.... dan masih banyak lagi.....
sokaradio1009 wrote on Mar 13
waahhh makasih info dan reviewnya.. baru tahu kalo Sandii ikut nyanyi "turi turi putiihhhh....." cengkok jawanya sudah kena.. meski pengucapannya terasa aneh....
Kapan yaa .. ada album macam begini lagi...
Hehhehehe iya....tapi dia pelopor pembawa lagu2 Indonesia di Jepang..., sayang sekarang dia udah nyebrang ke genre Hawaiian....
empune wrote on Mar 14
Sepintas tersurat dari Covernya ini bukan Albumnya orang Jawa (Walaupun Judulnya Ratu Jawa), karena penyanyinya menggunakan pakaian adat Jepang dan dihiasi tulisan aksara Jepang. Kalau Covernya didominasi Tulisan Aksara Jawa dan Penyanyinya menggunakan Pakaian adat Jawa MUNGKIN menghasilkan Hasil yang jauh berbeda...
sokaradio1009 wrote on Mar 14
Boleh jadi begitu... Tapi CD ini semulanya hanya memperhitungkan market Jepang saja.... dan awalnya juga cuma dirilis disini (di tahun kemudian, copyright utk Indonesia dibeli oleh GNP/Indonesia).....jadi ya begitulah....harus ada rasa familier dengan gaya dan rasa, nuansa orang Jepang....
erwin80s wrote on Mar 14
Kalo gue pake kimono udah mirip orang Jepang belum , Z?
sokaradio1009 wrote on Mar 14
Kalo gue pake kimono udah mirip orang Jepang belum , Z?
kalo pake baju.... mirip MIKE idol 2,
kalo telanjang.... mirip Cinnamoroll
banuasmarani wrote on Mar 15
ReviewReviewReviewReview
wah belom pernah denger....jadi gak kasih rate nih...ikut2an azja... 4 dech, karena mama suka ama lagu keroncong.
sokaradio1009 wrote on Mar 15
wah belom pernah denger....jadi gak kasih rate nih...ikut2an azja... 4 dech, karena mama suka ama lagu keroncong.
Thanks.... Salam kenal dan salam hormat buat mama juga!
tubaradio wrote on May 3
sugeng siang mas..............,sugeng tepang kalian radio tuba 92,3 fm wonten ing tulang bawang lampung
sokaradio1009 wrote on May 3
sugeng siang mas..............,sugeng tepang kalian radio tuba 92,3 fm wonten ing tulang bawang lampung
Hallo.. apa kabar...? salam dari jauh...
Add a Comment
How would you rate this title? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help