Zay's Site No Music, No Life...

Photo AlbumWaldjinah - Ratu JawaJan 19, '08 10:17 PM
for everyone
Image Hosted by ImageShack.us


Album ini merupakan album pertama atas kerjasamaku dengan sang producer: Tanaka Katsunori. Album ini telah meninggalkan satu memory tak terlupakan... Dalam hal penjualan... terus terang, gagal total!!!... Dalam era Jepang dilanda badai lagu2 bernuansa euro beat ala Komuro Tetsuya... perilisan world music semacam ini, dianggap suatu tindakan bodoh dan fatal. Tapi kita tetap menjalaninya dengan penuh semangat dan percaya diri. Hasil penjualan bukanlah merupakan barometer untuk pengukuran kwalitas. Setidak-tidaknya, aku bangga telah ikut berpartipasi dalam suatu gerakan pelestarian lagu2 tradisional Indonesia. Dan aku yakin bahwa album ini se-tidak2nya telah tercatat pada sejarah musik Indonesia. (meskipun banyak yang tidak tahu)

Komposisi album ini, ada 10 lagu, diantaranya 2 lagu original, 2 lagu Jepang coversion dan 6 lagu tradisional. Terperinci sebagai berikut:

01. Walang Kekek
Lagu ini pernah menjadi big hit dari mbak Waldjinah yang dirilis pada tahun 1968. Untuk track ini dibantu dengan backvocal Group Okinawa terkenal: Nenes! Perpaduan irama Jawa dengan Okinawa, ternyata berhasil membuat satu chemistry indah...! Bener! musik tanpa ada perbatasan... Mbak Waldjinah dan Nenes telah membuktikannya! Accodionist terkemuka dari Malaysia S Atan membuat arasemen lagu pada track ini lebih tebal dan berbobot. Arasemen oleh Sawara Kazuya.


Image Hosted by ImageShack.us


02. Kembang Kacang Medley
Seperti apa yang diketahui, tembang "Kembang Kacang" adalah merupakan debut song mbak Waldjinah... juga tembang menuntun mbak Waldjinah yang berhasil dinobatkan sebagai Ratu Kembang Kacang untuk mulai menitih sebagai pembawa lagu. Lagu debut mbak Waldjinah ada track ini sengaja ditaruh pada bagian akhir, dan tembang "Turi Turi Putih" dipakai sebagai opening song... Disini, penyanyi beken Jepang Sandii ikut mengiringi suara Waldjinah! Ya....lagi lagi suatu chemistry indah tercipta pada track ini!

03. Yen Ing Tawang (Ono Lintang)
Langgam Jawa kuno, Yen Ing Tawang (Ono Lintang), merupakan lagu favoriteku sepanjang masa....Basic arasemennya dibuat oleh OTO dengan mengoverlap irama keroncong, juga sekaligus menyisipkan unsur2 instrumen Sunda (Gendang) didalamnya. Tapi Waldjinah tetap tegar tak terpengaruh sama sekali, seperti biasanya tetap kukuh dengan ciri gaya ke-JAWA-annya selama ini... Hebat sampeyan mbakyu!

Image Hosted by ImageShack.us


04. Campur Sari Medley
"Campur Sari" adalah julukan buat kombinasi lagu2 bergenre "Keroncong" + "Gamelan"....... banyak part (bagian) yang dikombinasi dan disambung menjadi satu track....pada bagian awal... tembang tradisi "Ayo Praon", "Pangkur" dan disusul dengan part salendro..."Gethuk" dan "Sampak"! Lagu "Gethuk" ciptaan Mas Manthos ditrack ini berhasil menghidupkan nuansa asri Campur Sari.
Mas Manthos sebagai conductor Gamelan Group dari Jogyakarta, mengarasemen track ini dengan cara baru, yaitu: synthesizer dan sampler, bukan dengan perekaman gamelan live!

05. Kencono Wungu
Lagi lagu original ciptaan Manthos...menurut mas Manthos, lagu ini menceritakan tentang putri suatu kerajaan dizaman dahulu.... Pada track ini sengaja didubbing satu instrument "sital"... terasa beda banged dengan lagu2 keroncong yang ada selama ini.

Image Hosted by ImageShack.us


06. Shina No Yoru
Terus terang, lagu ini paling banyak masalah yang harus kita hadapi...
Pertama, dari sisi initernpun banyak yang tidak setuju dengan dinominasikan lagu ini, karena judulnya yang berbau sara (Shina = Cina). Kedua, alotnya dalam pengambilan licensi yang dimiliki oleh Columbia Jepang yang tidak didaftarkan pada JASRAC (Japanese Society for Rights of Authors, Composers and Publishers).
Ya akhirnya masalahnya berhasil diatasi satu persatu... meskipun mengorbankan energy dan waktu yang lumayan besar.
Sebutan Cina sampai sekarang bagaimanapun juga masih menekan dihati (dengan latar belakang sejarah Indonesia )... karena bagaimanapun perasaan trauma masih tetap menghantui... mbak Waldjinah dari awal justru sangat suka dan sudah familier, bersikeras untuk menominasikan lagu ini...."Aku nyanyi dengan perasaan kagum atas keindahan malam Tiongkok kok....." kata mbak Waldjinah lucu.
OK...akhirnya semua berjalan....tapi apa mau dikata saat dirilis di Indonesia, lagu ini justru dihujat oleh pemerintah Orba....dengan alasan "ngga selayaknya untuk memuji keindahan negara orang lain"
Ooooohhh.....emang lagu serba banyak masalah!
Tapi tembang ini benar2 luar biasa, dengan basic arasemen yg dibuat oleh Sawara Kazuya dioverdub dengan horn & percussion dari grup band terkenal 19-21 Universal Band plus
rhythm nya dibuat ala habanera dikombinasi dengan detakan Brazil! Bener-bener OK banged!

Image Hosted by ImageShack.us


07. Kumanthil Neng Ati (Hana)
Mungkin ini adalah lagu Jepang yang paling terkenal diera 90's, judul originalnya: "Hana", ciptaan Kina Shokichi. Tembang ini berkat didaur-ulang oleh penyanyi Taiwan kelahiran Hongkong; Emil Chou dirilis dengan judul "Hua Xhin" meledaklah dimana-mana....sampai keseluruh penjuru dunia!
Arasemenya dibuat pop keroncong. Accodionist S Atan dan pianist Marc Chu, keduanya dari Malaysia, ikut meramaikan tembang ini. Mbak Waldjinah bernyanyi dalam 2 bahasa, Jawa dan Jepang!

08. Sih Katresnan
Lagu original hasil karya mas Is Hariyanto. Menurut mas Hariyanto memang tembang ini dibuat dan dipaskan dengan imaj mbak Waldjinah!. Awalnya hanya diarasemen dengan pop keroncong tapi ternyata hasilnya kurang terlihat kelebihannya, maka sang producer Tanaka Katsunori menambahkan bunyi petikan guitar Sasako-san dan bandolim & cavaquinho (instrument brazil) Akioka-san sehingga menjadikan tembang ini lebih fresh dan bervariasi.

Image Hosted by ImageShack.us


09. Tanjung Perak
Dulu waktu kecil, aku sering ke Tanjung Perak. Perjalanan dari Jember menuju Surabaya selama 4 jam memang cukup menjemukan, apalagi bagi anak kecil...tapi teringat akan melihat laut di Tanjung Perak dengan sederetan kapal2nya... maka semua jadi happy happy azja. Imaj Tanjung Perak yang aku peluk selama ini ternyata persis tertuai dalam tembang ini! Benar-benar fantastique!
Tembang ini termasuk salah satu tembang yang mengalir sejak zaman Belanda doeloe. Aslinya lagu ini adalah bergenre keroncong, tapi dengan sang producer diganti total dengan detakan march, persis seperti menyambut carnaval dibulan Agustus...! Alhasil....tembang ini menjadi begitu jenakanya, sahut2an mbak Waldjinah dengan mas Anthok meninggalkan suatu kenangan khusus.
Seperti track 6: Shina No Yoru... background musiknya juga di overdub dari gebukan 19-21 Universal Band!
siiip banged

10. Othok Othok Unine Tetek
Sebagai penutup album, diambil tembang ini, yang konon juga berasal dari zaman Belanda doeloe! Tambang ini juga dikenal dengan judul dalam bahasa Indonesia "Kelap Kelip"... Lyric bahasa Jawa, adalah ciptaan bapak Gesang. Khusus tembang ini diarasemen dengan "Keroncong Standart"... dan pada sesi intro-nya, sengaja meminjam satu bagian melody dari lagu yang pernah nglejit ditahun 50-an, "Aiga". Menurut catatan yang ada, tambang "Aiga" ini aslinya adalah lagu India.

Album ini pernah dirilis di Indonesia dengan format cassette oleh GNP (Gema Nada Pertiwi) dengan jumlah track yang sama, tapi berbeda 1 tembang!

Thanks buat Tanaka-san dan semua orang yang berkaitan dengan pembuatan album ini....
Thanks juga buat sobat MPers...
Semoga album ini nantinya juga diberi kesempatan untuk singgah dihati sobat semua... Amien....

Zay


IMAGE0104.JPG
  
IMAGE0105.JPG
  
IMAGE0108.JPG
  
IMAGE01071.JPG
  
IMAGE01072.JPG
  
IMAGE0106.JPG
  


43 CommentsChronological   Reverse   Threaded
emimyst wrote on Jan 19
aku punya deh kayaknya...cari dulu....rupanya mas di belakang semuanya ini :D
emimyst wrote on Jan 19
ngga boleh di upload dong yah...hihihihi >:D<
erwin80s wrote on Jan 19
Z, tolong reserve satu album ini buatku ya? Waktu itu udah sempet kukasitau kan? Thanx beforehand n_n
kumpulrebo wrote on Jan 20
berkesan se-x, ayo bikin lagi yang lain... Excellent! :-)
sokaradio1009 wrote on Jan 20
emimyst said
aku punya deh kayaknya...cari dulu....rupanya mas di belakang semuanya ini :D
Thanks....mbak telah ikut jadi donor ya....arigatou!
bierha wrote on Jan 20
mas....
bu waldjinah ambi bu titiek puspa ayu endi mas?
sokaradio1009 wrote on Jan 20
emimyst said
ngga boleh di upload dong yah...hihihihi >:D<
Wakakakaka....aku pura2 ngga tahu azja...
sokaradio1009 wrote on Jan 20
Z, tolong reserve satu album ini buatku ya? Waktu itu udah sempet kukasitau kan? Thanx beforehand n_n
Udah kok Win... udah aku simpenin...mana yang ngga aku lakukan buat MP's Angel....
sokaradio1009 wrote on Jan 20
berkesan se-x, ayo bikin lagi yang lain... Excellent! :-)
Wekekekeke... lagi charger neeeh.... energy baru.... lagi garap lagu2 demo-tape buat Maria - Idol
sokaradio1009 wrote on Jan 20
bierha said
mas....
bu waldjinah ambi bu titiek puspa ayu endi mas?
....wah...ora melu duwi mas.. podho ayu ne....bah! wis!
rompertindah wrote on Jan 20
aku punya live show mBak Waldjinah di Paramaribo Suriname, rekaman tahun 1972, nanti secepatnya akan saya upload ....!
sokaradio1009 wrote on Jan 20
aku punya live show mBak Waldjinah di Paramaribo Suriname, rekaman tahun 1972, nanti secepatnya akan saya upload ....!
Thanks Nurman....sudah aku denger...bagus sekali!
erwin80s wrote on Jan 20
Udah kok Win... udah aku simpenin...mana yang ngga aku lakukan buat MP's Angel....
iya, Angel.. tapi angel yang bejad...ha..ha..ha.. :))
sokaradio1009 wrote on Jan 20
iya, Angel.. tapi angel yang bejad...ha..ha..ha.. :))
Lho, kok?.... ngaku neeeh?
erwin80s wrote on Jan 20
Lho, kok?.... ngaku neeeh?
Iya, hari gini.. ngapain juga sok jaim / muna... emang gue guru dan dosen bejad koq. :P

Duh, mau donk kencan ama semua students2 gue..ha..ha..ha..

Cuman sekarang kan udah jadi Pegawai Negeri, jadi ngajar cuman bisa hari Sabtu. Yah, mungkin emang gak boleh lebih lama lagi jadi guru bejad ama Tuhan :P
sokaradio1009 wrote on Jan 20
Iya, hari gini.. ngapain juga sok jaim / muna... emang gue guru dan dosen bejad koq. :P

Duh, mau donk kencan ama semua students2 gue..ha..ha..ha..

Cuman sekarang kan udah jadi Pegawai Negeri, jadi ngajar cuman bisa hari Sabtu. Yah, mungkin emang gak boleh lebih lama lagi jadi guru bejad ama Tuhan :P
Wakakakaka...dasar...elo! hentai mode on ya?
erwin80s wrote on Jan 20
Wakakakaka...dasar...elo! hentai mode on ya?
Iya, dah Hentai alias Echii mode on...Ha..ha..ha...
lagulawas2008 wrote on Jan 20
Sorry ikut nimbrung neeeh.... mas Erwin ini ternyata hentai ya?
erwin80s wrote on Jan 20
Sorry ikut nimbrung neeeh.... mas Erwin ini ternyata hentai ya?
Duh...jangan dikomentari lagi.. ancur deh reputasi gue...ha..ha.ha..
sokaradio1009 wrote on Jan 20
Ooooiii....udah ancur sejak doeloe Win....!!! baru sadar ya? (<--- ngejek mode on)
erwin80s wrote on Jan 20
enak aja, gue kan suci :P
sokaradio1009 wrote on Jan 20
eh...ngaku2! Elo kan Mike, Suci kan cewe?
erwin80s wrote on Jan 20
I am a more virginal version of those idols :P
bierha wrote on Jan 20
....wah...ora melu duwi mas.. podho ayu ne....bah! wis!
ternyata baik bu waldjinah maupun bu titiek adalah ULAMA......Usia LAnjut Masih Assoy....
sokaradio1009 wrote on Jan 20
I am a more virginal version of those idols :P
Hah?!! Kata elo?
sokaradio1009 wrote on Jan 21
bierha said
ternyata baik bu waldjinah maupun bu titiek adalah ULAMA......Usia LAnjut Masih Assoy....
sampeyan iki lho Bur!!....ora ono kerjoan tho? tapi lucu....tenan...wakakaka...
nursamsi wrote on Jan 22
link downloadnya mana bro?
sokaradio1009 wrote on Jan 22
Sorry ngga ada fasilitas buat donlod mas....
nursamsi wrote on Jan 22
yo wes lah :)
sokaradio1009 wrote on Jan 23
Tuku wae mas.... untuk amal sekalian...gedhe lho pahala ne...
miraks wrote on Jan 25
mas album ni tak pernah saya lihat di malaysia
terima kasih
s atan sebenarnya berasal dr singapura
tetapi beberapa tahun lalu baru mendapat pr malaysia
dia mencipta menggubah dan menyusun lagu sejak zaman 70-an lagi
sokaradio1009 wrote on Jan 25
Thanks atas informasinya...
miraks wrote on Jan 25
sama2 mas
amaltiagunawan wrote on Apr 18
maaf jika saya sok tau,,,
suara waljinah memang bagus,,,
tapi kalo orang jawa yang benar benar mengerti seni tradisional jawa, akan bilang bahwa ratu sinden adalah Almarhum Nyi Tjondro Lukito
saya persilahkan mendengarkan suaranya kalau tidak percaya,,hehehhe,,;p
sokaradio1009 wrote on Apr 18
ratu sinden adalah Almarhum Nyi Tjondro Lukito
Wah jadi pengen denger neeeh... thanks for your info!
bierha wrote on Apr 18
luwih merdu lagi klo sing nyanyi sampeyan...langsung donlot aku....!
sokaradio1009 wrote on Apr 18
bierha said
luwih merdu lagi klo sing nyanyi sampeyan...langsung donlot aku....!
Wadooooh mas iki... nyang endi wae mas... kok ora kethok piro wulan?
bierha wrote on Apr 18
Wadooooh mas iki... nyang endi wae mas... kok ora kethok piro wulan?
yo wis ta` tunggu lagune bu waljinah.......ayo ngguyu.....ngguyu maneh!yen ngguyu yo aja seru-seru!!
gara2 lagu iki aku diskors waktu sma th70an lha wong....nyetel lagu iki di bangku sekolah ga` iso mateni...pas guru galak mlebu klas!
sokaradio1009 wrote on Apr 18
bierha said
nyetel lagu iki di bangku sekolah ga` iso mateni
Wekekekke... jadi kebiasan nde SMA digowo nyang kantor yo mas... Sa' iki dengerno MP3 sambil "kerjo"?
purwokertorock wrote on May 3
kalo menurut saya diva sinden sesungguhnya adalah HERLAOET......penyanyi indonesia yang direkam dalam format piringan hitam 78rpm pada BRUNSWICK RECORD taon 1927........haryono radio tara pwt
sokaradio1009 wrote on May 3
Wah... komentar pak Har membuat saya pingin dengerin suara diva sinder Harlaoet.....
moego wrote on May 25
ini CDnya masih ada ngga ya boss? membaca ulasannya jadi tertarik pingin punya.
menanggapi keponakan gue si Amaltia Gunawan, Bu Wal memang tidak bisa dikategorikan sebagai pesinden. beberapa kali memang beliau ikut pementasan wayang atau yang menggunakan karawitan, tapi Bu Wal memang penyanyi Keroncong bukan pesinden. Cuma memang beliau warna suaranya lebih 'njawani', tapi kalo beliau membawakan keroncong asli, sebenarnya gayanya lebih lugas dibandingkan penyanyi keroncong model sundari sukoco apa mus mulyadi yang bagi masyarakat keroncong Solo dianggap berlebihan dalam bercengkok. Jadi sekali lagi Gun, Bu Wal nda bisa dibandingkan dengan Nyi Tjondrolukito (Alm).
sokaradio1009 wrote on May 25
Thanks for your comments. Memang Waldjinah dari awal adalah sebagai "pembawa lagu" keroncong + campur sari... tapi lama kelamaan genre yang digeluti Waldjinah menjadi ngga jelas, karena banyak orang juga mengindentitaskan Waldjinah = pensinden... Tapi bagaimanapun (menurut aku pribadi) warna suara Waldjinah masih tetap "terlihat" jelas digenre Keroncong daripada pensinden... penyanyi pesinden seperti yang di-sebut2..."Herlaoet", "Nyi Tjondrolukito" malah belom pernah denger... lagi cari kesempatan untuk bisa "menguping".....bagaimana asyiknya mereka!
Well... ngenai CD nya rasanya aku masih ada satu, awalnya aku rencana mau hadiahkan kesalah satu MPers, tapi berhubung ybs bermaksud upload/posting, terpaksa aku batalkan...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help